Rabu, 07 Desember 2016

Makalah Kesehatan Lingkungan



KESEHATAN LINGKUNGAN
Makalah
Disusun Untuk Memenuhi Syarat Ujian Tengah Semester (UTS) pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen : Drs. Ramlan A. Gani, M.A.

Oleh :
Muhammad Regiansyah
11161010000082
jisooroseblackpink.blogspot.com



PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2016
A.      Pendahuluan
Kesehatan lingkungan merupakan faktor yang penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu atau determinan dalam kesejahteraan suatu penduduk. Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, namun juga untuk kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar. 
Pada masa yang datang pemerintah mungkin akan lebih fokus pada pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan pengembangan wilayah yang berkesadaran lingkungan, sementara dari pihak pengguna infrastruktur dalam hal ini secara keseluruhan harus mempersiapkan masyarakat dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik (tahu sesuatu atau tahu bersikap yang semestinya).
Dalam proses pembangunan masa datang, diperlukan adanya teknologi kesehatan lingkungan yang dapat mengukur metodologi dampak kesehatan dari pencemaran yang ditimbulkan oleh adanya pembangunan, Indikator ini harus mudah, murah untuk diukur serta sensitif menunjukkan adanya perubahan kualitas suatu lingkungan.

B.       Pengertian
Kesehatan lingkungan merupakan suatu disiplin ilmu dan seni untuk memperoleh keseimbangan antara lingkungan dengan manusia, dan juga merupakan ilmu dan seni mengelola lingkungan agar bisa menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan aman serta terhindar dari berbagai macam penyakit.
Ada 3 pengertian yang dikemukakan para ahli tentang kesehatan lingkungan, masing-masing pengertian lahir dalam upaya memecahkan masalah kesehatan sesuai jaman dan kebutuhannya. Ketiga pengertian tersebut adalah :
Menurut Umar Fahmi Achmadi (1991), Kesehatan Lingkungan adalah ilmu yang mempelajari keterkaitan antara kualitas lingkungan dengan kondisi kesehatan suatu masyarakat. Ilmu Kesehatan Lingkungan mempelajari dinamika hubungan interaktif antara kelompok penduduk dengan segala macam perubahan komponen lingkungan hidup yang menimbulkan ancaman atau berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
P.Halton Purdon (1971) menyatakan bahwa “ Kesehatan Lingkungan merupakan bagian dari dasar-dasar kesehatan bagi masyarakat modern, kesehatan lingkungan adalah aspek kesehatan masyarakat yang meliputi semua aspek kesehatan manusia dalam hubungannya dengan lingkungan. Tujuannya untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada tingkat yang setinggi - tingginya dengan jalan memodifikasi faktor sosial, faktor fisik lingkungan, sifat - sifat dan kelakuan lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan.
WHO menyatakan kesehatan lingkungan merupakan terwujudnya keseimbangan ekologis antara manusia dan lingkungan harus ada, agar masyarakat menjadi sehat dan sejahtera, atau suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia
Jadi, Kesehatan lingkungan juga merupakan bagian integral dari ilmu kesehatan masyarakat yang khusus menangani dan mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan dalam keseimbangan ekologis. Jadi kesehatan lingkungan merupakan bagian dari ilmu kesehatan mayarakat

C.    Syarat - Syarat Lingkungan Yang Sehat
1.       Keadaan air
Air yang sehat merupakan air yang tidak berbau, tidak tercemar dan dapat dilihat kejernihan pada air tersebut, jika sudah pasti kebersihannya maka dimasak dengan suhu 100C, sehingga bakteri yang di dalam air tersebut mati.
           Keadaan udara
Udara yang sehat merupakan udara yang didalamnya terdapat zat yang diperlukan oleh tubuh, contohnya oksigen. Jika udara tercemar oleh zat - zat yang seperti contohnya zat CO2 (zat carbondioksida), maka akan dapat merusak sistem pernafasan dan sistem organ didalam tubuh.
3.      Keadaan tanah
Tanah yang sehat adalah tanah yang baik untuk penanaman suatu tumbuhan atau tanahnya subur, dan tidak tercemar oleh zat - zat logam berat.
4.      Suara atau kebisingan
Kebisingan merupakan penyebab tidak sehatnya suatu lingkungan, lingkungan yang sehat dari kebisingan merupakan keadaan dimana suatu lingkungan yang kondisinya tidak bising, yang tidak dapat mengganggu aktifitas atau alat pendengaran manusia.

D.    Tujuan dan Ruang Lingkup Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
Tujuan kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua,  yaitu secara umum dan secara khusus.
Tujuan kesehatan lingkungan secara umum, antara lain :
  1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
  3. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga non pemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.
Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan secara khusus, antara lain:
  1. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
  2. Kontrol makanan dan minuman yang di produksi dalam skala besar dan di konsumsi secara luas oleh masyarakat.
  3. Mengurangi pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batu bara, kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
  4. Pengelolaan dan penggunaan kembali limbah cair dan padat yang masih  bisa digunakan yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan lain-lain.
  5. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya.
  6. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
  7. Mengurangi dampak kebisingan, radiasi, dan melakukan kesehatan kerja.
  8. Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan.
Sedangkan ruang lingkup seperti berikut, menurut World Health Organization (WHO) ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, yaitu :

  1.   Penyediaan Air Minum
  2.   Pengelolaan air limbah dan pengendalian pencemaran
  3.   Pembuangan Sampah Padat
  4.   Pengendalian Vektor 
  5.   Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
  6.   Higiene makanan, termasuk higiene susu
  7.   Pengendalian pencemaran udara
  8.   Pengendalian radiasi
  9.   Kesehatan kerja
  10.   Pengendalian kebisingan
  11.   Perumahan dan pemukiman
  12.   Aspek kesling dan transportasi udara
  13.   Perencanaan daerah dan perkotaan
  14.   Pencegahan kecelakaan
  15.   Rekreasi umum dan pariwisata
  16.   Tindakan - tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk.
  17. Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.


—-Di Indonesia sendiri, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 199. Ruang lingkup kesling ada 8, yaitu :
1.      Penyehatan Air dan Udara
  1. Pengamanan Limbah padat/sampah
  2. Pengamanan Limbah cair
  3. Pengamanan limbah gas
  4. Pengamanan radiasi
  5. Pengamanan kebisingan
  6. Pengamanan vektor penyakit
  7. Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti keadaan pasca bencana
E.     Masalah – Masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia
Masalah kesehatan di Indonesia sangat kompleks bahkan dalam kesehatan lingkungan, hampir setiap tahun pasti ada masalah tentang kesehatan. Dan untuk mengatasinya maka dibutuhkan integrasi dari berbagai sektor yang terkait dengan masalah kesehatan. Berikut ini merupakan permasalahan kesehatan lingkungan yang ada di Indonesia:
1.      Air Bersih
Air bersih merupakan air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari sehingga kualitasnya harus memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Sedangkan air minum merupakan air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.
Namun masih banyak rakyat Indonesia yang tidak dapat menikmati air bersih bahkan air minum seperti yang baru terkena musibah banjir dan pulau – pulau di timur Indonesia, sehingga kadang mereka terpaksa memasak air yang kotor yang mungkin banyak kandungan logamnya jika tidak mendapat subsidi air bersih dari pemerintah dan pemerintah sudah seharusnya memfasilitasi rakyat yang kekurangan air bersih maupun air minum.
2.      Metode Pembuangan Kotoran/Tinja
Banyak rakyat Indonesia yang belum mengertahui cara atau metode pembuangan tinja, dan banyak rakyat yang bahkan belum mempunyai jamban sendiri. Hal itu dapat menyebabkan penularan penyakit dapat berkembang dengan pesat, pemerintah harus melakukan sosialisai untuk pembuatan jamban disetiap rumah. Berikut metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut :
a.       Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi
  1. Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur
c.       Tidak boleh terkontaminasi air permukaan
d.      Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain
e.       Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin
f.       Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang
g.      Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.

3.      Pembuangan Sampah
Banyak masyarakat yang belum tahu dan tidak tahu serta tidak ada kesadaran dan kemauan tentang tekhnik dari pengelolaan sampah, terbukti banyak yang membuang sampah sembarangan dan salah atau sengaja memasukan sampah yang harusnya dipisah. Berikut teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor – faktor atau unsur, berikut:
a.    Penimbulan sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial ekonomi, letak geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi
b.    Penyimpanan sampah
c.    Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali
d.   Pengangkutan
e.    Pembuangan
Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah-masalah ini secara efisien. Sehingga seharusnya kita tidak salah atau sengaja salah dalam membuang sampah.
Dan masih banyak lagi masalah kesehatan lingkungan yang terjadi di Indonesia, masalah diatas itu merupakan garis besarnya atau masalah yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari – hari.
C.      Penutup
Kesehatan lingkungan harus kita jaga, karena akan memperoleh keseimbangan antara lingkungan dengan manusia. Sehingga bisa menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan aman serta terhindar dari berbagai macam penyakit. setelah tercipta kondisi tersebut maka masalah kesehatan lingkungan seperti diatas akan perlahan – perlahan bisa diberantas.
Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan pun merupakan hal yang essensial di samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan.
Dan sekarang rakyat bisa mempelajari kesehatan lingkungan dengan kuliah di program studi kesehatan masyarakat karena kesehatan lingkungan masuk kedalam integral ilmu kesehatan masyarakat yang khusus menangani dan mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan dalam keseimbangan ekologis.



DAFTAR PUSTAKA

1.      Setiyabudi R. 2007. Dasar Kesehatan Lingkungan.  Bandar Lampung: Gramedia.
2.      World Health Organization (WHO). Environmental Health. Dari http://www.WHO.int. 2008. Diakses pada tanggal 30 November 2016 pukul 22.40
3.      Soeparman dan Suparmin. 2001. Pembuangan Tinja dan Limbah Cair : Suatu Pengantar. Jakarta : EGC.
4.      Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air.
5.      Anonim. Kesehatan Lingkungan. Dari http://www.scribd.com/doc/14974253/Kesehatan-lingkungan . Diakses pada tanggal 7 Desember 2016 pukul 23.23
6.      Anonim. Prospek Kesehatan Lingkungan. Dari http://www.docstoc.com/docs/34033756/prospek-kesehatan-lingkungan. Diakses pada tanggal 8 Desember 2016 pukul 00.10

3 komentar: